Apa Itu Transformator Arus?
Itu Transformator Saat Ini adalah jenis trafo unik yang hanya terdiri dari satu belitan. Ini bisa berupa konduktor lurus yang melewati pusat sirkuit magnet atau dapat dililitkan di sekitar inti seperti gulungan kawat. Belitan ini dihubungkan secara seri dengan beban saluran dan mengalirkan arus terukur melaluinya.
Transformator arus digunakan dalam berbagai aplikasi sistem tenaga. Mereka juga digunakan untuk pengukuran dan perlindungan arus tinggi dalam sistem tenaga. Keakuratan transformator tersebut penting karena diperlukan untuk menghasilkan replika kuantitas masukan yang diperkecil hingga keakuratan yang diharapkan untuk pengukuran tertentu.
Hal ini dimungkinkan oleh efisiensi tinggi dari perangkat ini. Namun, keluaran transformator tersebut dapat terganggu selama dan setelah perubahan besar seketika pada kuantitas masukan, yang dapat menyebabkan pembacaan yang salah. Hal ini dapat menjadi masalah besar ketika mengukur arus bolak-balik yang tinggi dalam sistem tenaga listrik dan dapat mengakibatkan pengoperasian sistem proteksi menjadi tertunda atau tidak diperlukan.
Ada tiga tipe dasar transformator arus: tipe lilitan, toroidal, dan batang. Jenis yang Anda pilih akan bergantung pada aplikasi dan kebutuhan instalasi Anda.
Transformator arus luka (WCT): Ini adalah jenis transformator arus yang paling umum dan dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori berbeda. Ini termasuk arus rendah, arus sedang, arus tinggi, dan arus ultra tinggi (UHV).
Transformator arus toroidal: Ini juga dikategorikan ke dalam beberapa kategori berbeda. Ini termasuk arus rendah, arus sedang, arus tinggi, dan arus ultra tinggi (UHV).
Transformator arus tipe batang: Ini adalah jenis trafo arus termahal yang tersedia tetapi juga dapat digunakan dalam aplikasi arus tinggi. Memiliki desain unik yang membuatnya lebih tahan terhadap kebocoran fluks dibandingkan tipe lainnya.
Ia juga memiliki jendela internal yang memungkinkannya digunakan di ruang terbatas tanpa menyebabkan penumpukan panas yang berlebihan. Hal ini menjadikannya ideal untuk digunakan dalam instalasi dengan ruang terbatas atau yang berlokasi di lingkungan industri.
Selain ciri fisik, ada beberapa hal lagi yang perlu diperhatikan saat memilih model trafo. Ini adalah dimensinya, tingkat termalnya, dan ukuran jendela internalnya.
Biasanya, pengukuran eksternal akan membantu Anda menentukan ukuran trafo dan cara pemasangannya. Sebaiknya periksa juga ukuran jendela internal, karena ini akan memungkinkan Anda menentukan apakah model trafo yang Anda pilih sesuai dengan batasan ruang Anda.
Ini juga akan membantu Anda menentukan model trafo spesifik yang terbaik untuk kebutuhan instalasi Anda. Sebaiknya pertimbangkan juga daya yang Anda perlukan dari transformator, karena ini akan membantu Anda memilih model yang tepat untuk kebutuhan Anda.
Arus primer CT diukur melalui ammeter rentang rendah yang menghubungkan arus sekunder. Ammeter ini dapat mengukur arus sekunder, yang kemudian digunakan untuk menghitung arus yang mengalir melalui belitan primer CT. Nilai arus ini kemudian dikalikan dengan rasio putaran CT. Ini disebut rasio transformasi saat ini atau rasio CT.

Transformator Arus Inti Padat Transformator Arus Presisi Tinggi
Aplikasi: Elektronik, Instrumen
Jenis: Transformator Arus
Fase: Lajang
Kondisi Operasi: keluar Pintu dan Dalam Ruangan
Penggunaan: Perlindungan, Pengukuran
Bentuk Berliku: Tipe Sarang Lebah Multilayer